Kamis, 16 Mei 2013

GITAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN DALAM KRIYA KAYU


Saniman Andikafri


Abstrak
 Gitar adalah suatu alat musik petik tradisional yang mampu bertaha sampai kini dan alat musik ini juga biasanya dimainkan oleh banyak orang, baik itu dari kalangan anak-anak sampai pada kalangan orang tua. Selain itu gitar juga memiliki bentuk yang menarik,sehingga bentuknya bisa dijadikan ide penciptaan  karya seni, Dalam penciptaan karya ini didasari oleh keinginan yang kuat untuk menciptakan karya seni yang memiliki nilai keindahan dan nilai fungsional serta mengandung makna dan pesan tertentu.
Katakunci: Bentuk Gitar
Latar Belakang
Seni adalah realisasi dari usaha manusia untuk menciptakan yang indah-indah itu. Maka hal diatas dapat disalurkan dengan seni: artinya, bisa juga dikatakan bahwa seni adalah kebutuhan manusia yang terakhir, sesuatu yang di butuhkan setelah kebutuhan-kebutuhan lain seperti kebutuhan akan makan dan minum, kebutuhan akan perumahan, dan sejenisnya terpenuhi (soedarso, 2006:2).
Seni adalah media bagi manusia untuk dapat menjangkau dunia atas yang bersifat spiritual dan rohaniah itu. Seni atau art aslinya berarti teknik, keterampilan, yang dalam bahasa yunani kuno sering disebut sebagai techne (Sumarjo,2000:24).
Musik merupakan salah satu wahana komunikasi manusia, melalui musik seseorang dapat mengeskpresikan pikiran, prasaan, serta kehendaknya supaya dapat di ketahui oleh dunia luar secara utuh. Dalam menyampaikan ide musikalnya seseorang memerlukan alat, dan salah satu alat yang dimaksud adalah gitar.
Gitar dan permainan gitar merupakan hal yang sudah dikenal oleh masyarakat sejak awal perkembangan hingga saat ini. Gitar yang dilihat dari segi bentuk dan ukuran yang praktis serta kemampuan ekspresinya yang telah utuh menjadi muksik rakyat bagi masyrakat indonesia.
KONSEP PENCIPTAAN
Kajian Sumber
Sumber ide dalam mewujudkan karya seni dapat diambil dari beberapa aspek. Misalnya karya seni yang sudah ada atau karya seni yang belum pernah diciptakan, selain itu karya seni dapat juga berangkat dari realitas sosial, budaya, historis dan sebagainya. Mewujudkan kembali karya seni masa lampau bukan berarti mewujudkan karya serupa, akan tetapi mengangkat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tentunya dalam menemukan ide dan mewujudkan karyanya perlu kajian teori dan pengalaman mendalam mengenai karya tersebut.
Gitar adalah suatu alat musik tradisional Spanyol sehingga dipercaya bahwa alat musik ini berasal dari spanyol. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa sejarah gitar dimulai jauh sebelum Masehi yaitu pada jaman Babilonia. Pada awalnya alat musik ini bentuknya kecil dan memiliki empat dawai yang masing - masing berpasangan.
            Bangsa mesir yang peradabanya diperkirakan sebagai peradapan tertua, sejak permulaan abat sejarah telah mengenal berbagai macam alat musik berdawai. Pada lukisan-lukisan dikuburan keturunan atau dinasti ke-4 yang memerintah sekitar tahun 3000 atau 4000 sebelum masehi, lira sudah dikenal orang.
Lira, instrumen yang berbentuk seperti harapa kecil adalah instrumen petik pertama yang dicatat oleh sejarah, setelah melewati waktu yang berabat-abat dan mengalami perubahan bentuk , lira akhirnya berkembang menjadi bermacam jenis alat musik berdawai dan salah satu diantaranya adalah gitar, dan terus berkembang hingga ke spanyol.
Gitar sebagai ide penciptaan dalam kriya kayu maksudnya adalah, mewujudkan nilai dan bentuk gitar tersebut ke dalam karya seni fungsional dengan media kayu. Dalam konteknya gitar merupakan alat musik yang mendunia sesuatu yang berharga, bermutu,. Bagi manusia sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia baik secara religi maupun secara karya seni.
Ada tiga unsur estetika dalam karya seni yang menentukan karya seni itu indah. yaitu: Wujud atau rupa, konteks atau isi, dan penampilan atau penyajian ( Djelantik, 1999, 15). Unsur-unsur nilai estetika yang terdapat dalam gitar berdasrkan pendapat di atas, diantaranya; dalam bentuk wujud (sesuatu yang dapat dilihat dengan mata) meliputi bentuk dan struktur gitar. Sedangkan secara konteks atau isi (makna dari wujud karya) terdiri atas suasana, gagasan atau ide dan pesan yang disampaikan. Sedangkan unsur penyajian berhubungan dangan suasana dan media.
Selama jaman Renaissance, alat musik gitar tidak populer dan tidak diminati masyarakat. Namun setelah Alonso Mudarra mulai memperkenalkan alat musik ini melalui karya-karyanya maka dengan segera orang-orang mulai tertarik untuk mendengarkan dan memainkan gitar. Dan pada saat itu gitar mulai populer dikalangan masyarakat.
Pada abad 17 atau periode Baroque dawai (string) gitar ditambahkan menjadi lima yang masing - masing dawai berpasangan, ini memungkinkan para pemain memainkan musik yang lebih kompleks dan luas. Pada akhir abad 17 dua perubahan penting dibuat pada alat musik ini yaitu: Sebelumnya tiap-tiap dawai berpasangan (ganda) maka sekarang digantikan oleh dawai-dawai tunggal. Sebelumnya memiliki lima dawai maka sekarang ditambahkan menjadi 6 dawai tunggal yang sampai sekarang dipakai.
Bentuk (form) adalah totalitas dari pada karya seni. Bentuk itu merupakan organisasi atau satu kesatuan atau komposisi dari unsur pendukung karya. Ada dua macam bentuk: pertama Visual Form yaitu bentuk fisik dari sebuah karya seni atau satu kesatua dari unsur-unsur pendukung karya seni tersebut. Kedua Spesial Form yaitu bentuk yang tercipta karena danya hubungan timbal balik antara nilai-nilai yang dipancarkan oleh penomena bentuk fisiknya terhadap tanggapan kesadaran emosional. (Dharsono, 2004: 30).
Sedangkan Struktur atau suasana dari suatu karya seni adalah aspek yang menyangkut keseluruhan dari karya itu dan meliputi juga peranan masing-masing bagian dalam keseluruhan itu. Kata struktur mengandung arti bahwa di dalamnya karya seni itu terdapat suatu pengoranisasian, penataan; ada hubungan tertentu antara bagian-bagian yang tersusun itu. Akan tetapi dengan adanya suatu penyusun atau hubungan yang teratur antara bagian-bagian, belumlah terjamin bahwa apa yang terwujud sebagai suatu keseluruhan yaitu merupakan sesuatu yang indah (Djelantik, 2001:37).
            Isi dalam/konteks dalam karya seni merupakan makna dari apa yang disajikan pada sang pengamat. Isi karya seni dapat dapat ditangkap secara langsung dari panca indra. (Djelantik, 1999: 51). Dengan kata lain isi merupakan makna yang terkandung di dalam karya seni yang bersumber dari wujud karya seni itu sendiri. Secara penandaan atau semiotika isi disebut juga dengan konteks sebuah karya seni.
Konteks adalah gagasan yang digunakan dalam ilmu bahasa (linguistik, sosiolinguistik, linguistik fungsional sistemik, analisis wacana, pragmatik, semiotika, dll) dalam dua cara yang berbeda, yaitu sebagai. (1) Ling bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; (2) situasi yg ada hubungannya dengan suatu kejadian (Budiman, 2011).

 
Landasan Penciptaan

Dalam penciptaan karya ini didasari oleh keinginan yang kuat untuk menciptakan karya seni yang memiliki nilai keindahan dan nilai fungsional serta mengandung makna dan pesan tertentu.  Sehingga karya yang lahir nantinya tidak hanya wujud secara fisik, tetapi bagaimana makna atau pesan yang dikandungnya bisa dipahami penikmat. Seperti yang diungkapkan oleh Gustami, bahwa:
Suatu karya seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan kehidupan, yang biasa tersimpan di balik wujud fisiknya. Telah dikemukakan, karya seni yang hidup adalah karya seni yang memiliki kekuatan berdialog dengan penikmatnya, bisa membangkitkan komunikasi, bisa mendendangkan cerita visi dan misi yang diembannya, sungguh dialog itu adalah komunikasi antara kriyawan dengan penikmatnya (2004:13).
Berdasarkan pendapat di atas, landasan penciptaan karya seni didasarkan atas beberapa unsur yang menjadi satu kesatuan. Unsur tesebut adalah karya seni yang memilki nilai estetis, fungsional dan nilai filosofis. Dengan demikian karya seni yang diwujudkan nantinya akan lebih mudah dinikmati oleh masyarakat.
Penerapan bentuk Gitar ke- dalam kriya kayu akan dilahirkan dalam bentuk-bentuk simbol, ekpres. Sehingga nilai dan pesan yang disampaikan nantinya kepada masyarakat akan lebih luas.
`           Menurut Sausure simbol adalah satu tanda bentuk tanda yag semu natural, yang tidak sepenuhnya arbirter (terbentuk begitu saja), atau termotivasi. Sedangkan menurut peirce sebuah tanda berdasarkan konvesi. Simbol seharusnya ditunjukan bagi peirce ( susanto, 2002: 104). Melalui simbol-simbol tersebut akan melahirkan makna-makna sebuah karya seni.
            Ekpresi yang diwujudkan dalam karya ini berupa bentuk, warna dan komponen-komponen dari Gitar. Sehingga melahirkan nilai-nalai yang terkadung dalam karya tersebut berupa simbolis secara umum. Kemudian bentuk wujud karyanya akan mengalami perubahan dari bentuk asli baik secara keseuruhan maupun sebagian atau sering disebut dengan Deformasi.
            Deformasi adalah perubahan bentuk yang sangat kuat/besar sehingga kadang-kadang tidak ada lagi berwujud figur semula atau sebenarnya. Sehingga hal ini dapat memunculkan figur/karakter baru yang lain dari sebelumnya (Make susanto, 2002: 104)
            Melalui definisi tersebut pengkarya akan mewujudkan karya seni fungsional yang mempunyai ukiran atau hiasan berasal dari simbol bentuk Gitar, Sehingga karya yang dihasilakan bukan sekedar karya funsional secara ekonomis, akan tetapi karya seni funsional yang memilki nilai estetis dan memilki nilai-nilai moral di dalamnya.
 Desain terpilih
Desain terpilih merupakan desain-desain yang dipilih dari desain alternatif. Beberapa desain tepilih tentunya dipilih oleh pembimbing dengan mempertimbangkan dari segi bentuk, fungsi dan maknanya. Disamping itu juga memperhatikan keseimbangannya, komposisi, proporsi dan tehnis dalam pengerjaan. Hal ini dilakukan karena desain terpilih merupakan desain yang diwujudkan dalam bentuk karya seni yang sesui dengan ide penciptaan. Foto-0036Foto-0032


Karya bentuk gitar ini adalah sebuah meja tamu yang di tempatkan di dalam ruangan dengan ukuran 100x50x40 Cm bahan utama yang digunakan dalam karya ini adalah kayu suryan dan meja ini juga hanya memiliki 3 kaki dalam karya ini juga terdapat ornamen kreasi yang mana tujuan dari ornamen ini adalah untuk memperindah sebuah karyadan warna yang digunakan juga warna Coco Brend dan Yellow yang melambangkan klasik dan kemewahan dan pada bagia kaki meja juga berbentuk seperti gagang gitar.

PENUTUP

Gitar adalah suatu alat musik tradisional Spanyol sehingga dipercaya bahwa alat musik ini berasal dari spanyol. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa sejarah gitar dimulai jauh sebelum Masehi yaitu pada jaman Babilonia. Pada awalnya alat musik ini bentuknya kecil dan memiliki empat dawai yang masing - masing berpasangan. Kemudian pada kali ini pengkarya menjadikanya sebagai ide dalam penciptaan karya kayu.
Dalam penciptan karya inikarya yanag akan diwujudkan adalah  karya seni yang memilki nilai estetis, fungsional dan nilai filosofis. Dengan demikian karya seni yang diwujudkan nantinya akan lebih mudah dinikmati oleh masyarakat.

Daftar Pustaka

Banoe, Pono,1984, Pengantar Pengetahuan Alat Musik ,c.v Baru: Jakarta.
Djelantik, A.A.M. 2004 ,Estetika Sebuah Pengantar, Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia bekerja sama denga Arti: Bandung.
Gustami, SP. 2007, Butir-Butir Mutiara Estetika, Ide Dasar Penciptaan Karya, Prasista: Yogyakarta.
Kartika, Dharsono Sony. 2004, Seni Rupa Modern, Rekayasa Sains: Bandung
Mike, Susanto. 2002, Diksi Rupa Kumpulan Istilah Seni Rupa, Kanisius anggota IKAPI: Yogyakarta.
Sumardjo, Jakob. 2000, Filsafat Seni, ITB: Bandung
Sobur, Alex. 2003, Psikologi Umum, CV Pustaka Setia: Bandung.
Sumartono. 1992, Orisinalitas Karya Seni Rupa dan Pengakuan Internasional, dalam SENI Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Karya Seni, II/02, BP ISI Yoyyakarta: Yogyakarta.
Soedarso, Sp 1991,Perkembangan Kesenian Kita, BP, ISI Yogyakarta :  Yogyakarta.

Jayusman,2005. Pengujian Nilai Kecambah Surian Berdasarkan Daerah Sumber Benih,Warna Benih Vol.6 Suplemen No.01 Desember 2005. Hal 100
Hanifah, 1994,”Pengantar Pengetahuan Gitar” ASKI Padangpanjang,:
Padangpanjang

Lee,terry ,1984,  modern folk guitar” , ISBN:  America



Tidak ada komentar:

Posting Komentar