Saniman Andikafri
Abstrak
Gitar adalah
suatu alat musik petik tradisional yang mampu bertaha sampai kini dan alat musik ini juga biasanya dimainkan
oleh banyak orang, baik itu dari kalangan anak-anak sampai pada kalangan orang
tua. Selain itu gitar juga memiliki bentuk yang menarik,sehingga bentuknya bisa
dijadikan ide penciptaan karya seni, Dalam
penciptaan karya ini didasari oleh keinginan yang kuat untuk menciptakan karya
seni yang memiliki nilai keindahan dan nilai fungsional serta mengandung makna dan pesan tertentu.
Katakunci: Bentuk Gitar
Latar
Belakang
Seni adalah
realisasi dari usaha manusia untuk menciptakan yang indah-indah itu. Maka hal
diatas dapat disalurkan dengan seni: artinya, bisa juga dikatakan bahwa seni
adalah kebutuhan manusia yang terakhir, sesuatu yang di butuhkan setelah
kebutuhan-kebutuhan lain seperti kebutuhan akan makan dan minum, kebutuhan akan
perumahan, dan sejenisnya terpenuhi (soedarso, 2006:2).
Seni adalah media
bagi manusia untuk dapat menjangkau dunia atas yang bersifat spiritual dan
rohaniah itu. Seni atau art aslinya berarti teknik, keterampilan, yang dalam
bahasa yunani kuno sering disebut sebagai techne (Sumarjo,2000:24).
Musik merupakan salah satu wahana komunikasi manusia,
melalui musik seseorang dapat mengeskpresikan pikiran, prasaan, serta
kehendaknya supaya dapat di ketahui oleh dunia luar secara utuh. Dalam
menyampaikan ide musikalnya seseorang memerlukan alat, dan salah satu alat yang
dimaksud adalah gitar.
Gitar dan permainan gitar merupakan hal yang sudah
dikenal oleh masyarakat sejak awal perkembangan hingga saat ini. Gitar yang
dilihat dari segi bentuk dan ukuran yang praktis serta kemampuan ekspresinya
yang telah utuh menjadi muksik rakyat bagi masyrakat indonesia.
KONSEP PENCIPTAAN
Kajian Sumber
Sumber ide dalam
mewujudkan karya seni dapat diambil dari beberapa aspek. Misalnya karya seni
yang sudah ada atau karya seni yang belum pernah diciptakan, selain itu karya
seni dapat juga berangkat dari realitas sosial, budaya, historis dan
sebagainya. Mewujudkan kembali karya seni masa lampau bukan berarti mewujudkan
karya serupa, akan tetapi mengangkat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Tentunya dalam menemukan ide dan mewujudkan karyanya perlu kajian teori dan pengalaman
mendalam mengenai karya tersebut.
Gitar adalah suatu alat musik tradisional Spanyol
sehingga dipercaya bahwa alat musik ini berasal dari spanyol. Tapi ada juga
yang mengatakan bahwa sejarah gitar dimulai jauh sebelum Masehi yaitu pada
jaman Babilonia. Pada awalnya alat musik ini bentuknya kecil dan memiliki empat
dawai yang masing - masing berpasangan.
Bangsa
mesir yang peradabanya diperkirakan sebagai peradapan tertua, sejak permulaan
abat sejarah telah mengenal berbagai macam alat musik berdawai. Pada lukisan-lukisan
dikuburan keturunan atau dinasti ke-4 yang memerintah sekitar tahun 3000 atau
4000 sebelum masehi, lira sudah dikenal orang.
Lira, instrumen yang berbentuk seperti harapa kecil
adalah instrumen petik pertama yang dicatat oleh sejarah, setelah melewati
waktu yang berabat-abat dan mengalami perubahan bentuk , lira akhirnya
berkembang menjadi bermacam jenis alat musik berdawai dan salah satu
diantaranya adalah gitar, dan terus berkembang hingga ke spanyol.
Gitar sebagai ide
penciptaan dalam kriya kayu maksudnya adalah,
mewujudkan nilai dan bentuk gitar
tersebut ke dalam karya seni fungsional dengan media kayu.
Dalam konteknya gitar merupakan
alat musik yang mendunia sesuatu
yang berharga, bermutu,.
Bagi manusia sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna
bagi kehidupan manusia baik secara religi maupun secara karya seni.
Ada tiga unsur estetika dalam karya
seni yang menentukan karya seni itu indah. yaitu: Wujud atau rupa, konteks atau isi, dan penampilan atau
penyajian ( Djelantik, 1999, 15). Unsur-unsur nilai estetika yang terdapat
dalam gitar berdasrkan pendapat di
atas, diantaranya; dalam bentuk wujud (sesuatu yang dapat dilihat dengan mata)
meliputi bentuk dan struktur gitar.
Sedangkan secara konteks atau isi (makna dari wujud karya) terdiri atas
suasana, gagasan atau ide dan pesan yang disampaikan. Sedangkan unsur penyajian
berhubungan dangan suasana dan media.
Selama jaman Renaissance, alat musik gitar tidak populer
dan tidak diminati masyarakat. Namun setelah Alonso Mudarra mulai memperkenalkan
alat musik ini melalui karya-karyanya maka dengan segera orang-orang mulai
tertarik untuk mendengarkan dan memainkan gitar. Dan pada saat itu gitar mulai
populer dikalangan masyarakat.
Pada abad 17 atau periode Baroque dawai (string) gitar
ditambahkan menjadi lima yang masing - masing dawai berpasangan, ini
memungkinkan para pemain memainkan musik yang lebih kompleks dan luas. Pada
akhir abad 17 dua perubahan penting dibuat pada alat musik ini yaitu: Sebelumnya
tiap-tiap dawai berpasangan (ganda) maka sekarang digantikan oleh dawai-dawai
tunggal. Sebelumnya memiliki lima dawai maka sekarang ditambahkan menjadi 6
dawai tunggal yang sampai sekarang dipakai.
Bentuk (form) adalah totalitas dari
pada karya seni. Bentuk itu merupakan organisasi atau satu kesatuan atau
komposisi dari unsur pendukung karya. Ada dua macam bentuk: pertama Visual Form yaitu bentuk fisik dari
sebuah karya seni atau satu kesatua dari unsur-unsur pendukung karya seni
tersebut. Kedua Spesial Form yaitu
bentuk yang tercipta karena danya hubungan timbal balik antara nilai-nilai yang
dipancarkan oleh penomena bentuk fisiknya terhadap tanggapan kesadaran
emosional. (Dharsono, 2004: 30).
Sedangkan Struktur atau suasana dari
suatu karya seni adalah aspek yang menyangkut keseluruhan dari karya itu dan
meliputi juga peranan masing-masing bagian dalam keseluruhan itu. Kata struktur
mengandung arti bahwa di dalamnya karya seni itu terdapat suatu
pengoranisasian, penataan; ada hubungan tertentu antara bagian-bagian yang tersusun
itu. Akan tetapi dengan adanya suatu penyusun atau hubungan yang teratur antara
bagian-bagian, belumlah terjamin bahwa apa yang terwujud sebagai suatu
keseluruhan yaitu merupakan sesuatu yang indah (Djelantik, 2001:37).
Isi
dalam/konteks dalam karya seni merupakan makna dari apa yang disajikan pada
sang pengamat. Isi karya seni
dapat dapat ditangkap secara langsung dari panca indra. (Djelantik, 1999: 51).
Dengan kata lain isi merupakan makna yang terkandung di dalam karya seni yang
bersumber dari wujud karya seni itu sendiri. Secara penandaan atau semiotika
isi disebut juga dengan konteks sebuah karya seni.
Konteks
adalah gagasan yang digunakan dalam ilmu bahasa (linguistik, sosiolinguistik,
linguistik fungsional sistemik, analisis wacana, pragmatik, semiotika, dll)
dalam dua cara yang berbeda, yaitu sebagai. (1)
Ling bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah
kejelasan makna; (2) situasi yg ada hubungannya dengan suatu kejadian (Budiman,
2011).
|
Dalam penciptaan karya ini
didasari oleh keinginan yang kuat untuk menciptakan karya seni yang memiliki
nilai keindahan dan nilai fungsional serta mengandung makna dan pesan tertentu. Sehingga karya
yang lahir nantinya tidak hanya wujud secara fisik, tetapi bagaimana makna atau
pesan yang dikandungnya bisa dipahami penikmat. Seperti yang diungkapkan oleh Gustami, bahwa:
Suatu karya seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan
pesan kehidupan, yang biasa tersimpan di balik wujud fisiknya. Telah dikemukakan, karya seni yang hidup adalah karya seni yang memiliki
kekuatan berdialog dengan penikmatnya, bisa membangkitkan komunikasi, bisa mendendangkan cerita visi dan misi yang diembannya, sungguh
dialog itu adalah komunikasi antara kriyawan dengan penikmatnya
(2004:13).
Berdasarkan
pendapat di atas, landasan penciptaan karya seni didasarkan atas beberapa unsur
yang menjadi satu kesatuan. Unsur tesebut adalah karya seni yang memilki nilai
estetis, fungsional dan nilai filosofis. Dengan demikian karya seni yang
diwujudkan nantinya akan lebih mudah dinikmati oleh masyarakat.
Penerapan
bentuk Gitar ke- dalam kriya
kayu akan dilahirkan dalam bentuk-bentuk simbol, ekpres. Sehingga nilai dan
pesan yang disampaikan nantinya kepada masyarakat akan lebih luas.
` Menurut
Sausure simbol adalah satu tanda bentuk tanda yag semu natural, yang tidak
sepenuhnya arbirter (terbentuk begitu saja), atau termotivasi. Sedangkan
menurut peirce sebuah tanda berdasarkan konvesi. Simbol seharusnya ditunjukan
bagi peirce ( susanto, 2002: 104). Melalui simbol-simbol tersebut akan
melahirkan makna-makna sebuah karya seni.
Ekpresi
yang diwujudkan dalam karya ini berupa bentuk, warna dan komponen-komponen dari Gitar. Sehingga melahirkan
nilai-nalai yang terkadung dalam karya tersebut berupa simbolis secara umum.
Kemudian bentuk wujud karyanya akan mengalami perubahan dari bentuk asli baik
secara keseuruhan maupun sebagian atau sering disebut dengan Deformasi.
Deformasi
adalah perubahan bentuk yang sangat kuat/besar sehingga kadang-kadang tidak ada
lagi berwujud figur semula atau sebenarnya. Sehingga hal ini dapat memunculkan
figur/karakter baru yang lain dari sebelumnya (Make susanto, 2002: 104)
Melalui
definisi tersebut pengkarya akan mewujudkan karya seni fungsional yang
mempunyai ukiran atau hiasan berasal dari simbol bentuk Gitar, Sehingga karya yang dihasilakan
bukan sekedar karya funsional secara ekonomis, akan tetapi karya seni funsional
yang memilki nilai estetis dan memilki nilai-nilai moral di dalamnya.
Desain
terpilih
Desain terpilih merupakan desain-desain
yang dipilih dari desain alternatif. Beberapa desain tepilih tentunya dipilih
oleh pembimbing dengan mempertimbangkan dari segi bentuk, fungsi dan maknanya.
Disamping itu juga memperhatikan keseimbangannya, komposisi, proporsi dan
tehnis dalam pengerjaan. Hal ini dilakukan karena desain terpilih merupakan
desain yang diwujudkan dalam bentuk karya seni yang sesui dengan ide
penciptaan. 


Karya bentuk gitar ini adalah sebuah meja tamu yang di
tempatkan di dalam ruangan dengan ukuran 100x50x40 Cm bahan utama yang
digunakan dalam karya ini adalah kayu suryan dan meja ini juga hanya memiliki 3
kaki dalam karya ini juga terdapat ornamen kreasi yang mana tujuan dari ornamen
ini adalah untuk memperindah sebuah karyadan warna yang digunakan juga warna
Coco Brend dan Yellow yang melambangkan klasik dan kemewahan dan pada bagia
kaki meja juga berbentuk seperti gagang gitar.
PENUTUP
Gitar adalah suatu alat musik tradisional Spanyol
sehingga dipercaya bahwa alat musik ini berasal dari spanyol. Tapi ada juga
yang mengatakan bahwa sejarah gitar dimulai jauh sebelum Masehi yaitu pada
jaman Babilonia. Pada awalnya alat musik ini bentuknya kecil dan memiliki empat
dawai yang masing - masing berpasangan.
Kemudian pada kali ini pengkarya menjadikanya sebagai ide dalam penciptaan
karya kayu.
Dalam penciptan karya inikarya yanag akan diwujudkan
adalah karya
seni yang memilki nilai estetis, fungsional dan nilai filosofis. Dengan
demikian karya seni yang diwujudkan nantinya akan lebih mudah dinikmati oleh
masyarakat.
Daftar Pustaka
Banoe,
Pono,1984, Pengantar Pengetahuan Alat
Musik ,c.v Baru: Jakarta.
Djelantik, A.A.M. 2004 ,Estetika Sebuah
Pengantar, Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia
bekerja sama denga Arti: Bandung.
Gustami, SP. 2007, Butir-Butir
Mutiara Estetika, Ide Dasar Penciptaan Karya, Prasista:
Yogyakarta.
Kartika, Dharsono Sony. 2004, Seni Rupa Modern, Rekayasa
Sains: Bandung
Mike, Susanto. 2002, Diksi Rupa
Kumpulan Istilah Seni Rupa, Kanisius anggota
IKAPI: Yogyakarta.
Sumardjo, Jakob. 2000, Filsafat Seni,
ITB: Bandung
Sobur, Alex.
2003, Psikologi
Umum,
CV Pustaka Setia: Bandung.
Sumartono. 1992, Orisinalitas
Karya Seni Rupa dan Pengakuan Internasional, dalam SENI Jurnal Pengetahuan dan
Penciptaan Karya Seni, II/02, BP ISI Yoyyakarta: Yogyakarta.
Soedarso, Sp
1991,Perkembangan Kesenian Kita, BP,
ISI Yogyakarta : Yogyakarta.
Jayusman,2005. Pengujian Nilai Kecambah Surian Berdasarkan
Daerah Sumber Benih,Warna Benih Vol.6 Suplemen No.01 Desember 2005. Hal 100
Hanifah, 1994,”Pengantar
Pengetahuan Gitar” ASKI Padangpanjang,:
Padangpanjang
Lee,terry ,1984, “modern folk guitar” , ISBN: America


Tidak ada komentar:
Posting Komentar